Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Monday, December 17, 2012

Marinir Tambah 37 Unit Thank BMP-3F Rusia


Surabaya- Resimen Kavaleri-1 Marinir memesan 37 unit kendaraan tempur Tank BMP 3F buatan Rusia. Tank-tank amfibi itu dibutuhkan untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan yang sudah ada.

"Ada 37 unit kendaraan tempur tank BMP 3F yang sudah dipesan. Sebelumnya, ada 17 tank yang sudah bergabung di Menkav-1," kata Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir, Kolonel Marinir Sarjito, seusai serah-terima jabatan Komandan Yontankfib-1 Marinir di Bhumi Marinir Karangpilang, Senin, 17 Desember 2012.

Menurut Sarjito, sejak 2009, TNI memperbarui semua kendaraan lapis baja. Awalnya, pada tahap pertama 20 unit tank amfibi BMP-3F akan dibeli dengan anggaran Rp 455 miliar pada 2009. Namun, karena penyusutan kurs rupiah, Indonesia baru bisa membeli 17 unit. Selain 17 unit tank amfibi, terdapat pula satu mobil bengkel. Seluruhnya diangkut dari Rusia ke Indonesia dengan menggunakan kapal kargo komersial Rusia.

Tank-tank ini dipersenjatai satu meriam tipe 2A70 kaliber 100 mm, meriam 2A72 kaliber 30 mm, senjata PKTM kaliber 7,62 3 pucuk, dan rudal Arkan yang berfungsi untuk melakukan serangan darat serta udara. BMP-3F merupakan kendaraan tempur terkuat yang dimiliki TNI AL. Bahkan, tak tersebut diklaim lebih mematikan dari tank-tank yang dimiliki AD.

Keunggulan lainnya, tank BMP-3F ini juga mengaplikasikan sistem persenjataan yang memadukan artileri, rudal, dan roket. Ketiga sistem persenjataan itu dikontrol dengan penembakan otomatis. Selain itu, tank ini mampu menembak tepat sasaran saat berenang. Menurut Sarjito, kendaraan tempur yang segera datang merupakan tank canggih namun mudah dioperasikan.

Indonesia menandatangani kontrak dengan Rusia untuk pengadaan 37 unit kendaraan tempur amfibi untuk Marinir TNI AL senilai lebih dari US$ 100 juta pada 2012. BMP-3F ditargetkan bisa dikirim ke Indonesia mulai tahun 2012 ini.

Rencana penambahan divisi marinir menjadi tiga divisi (dua divisi sekarang di Surabaya dan Jakarta) akan diikuti dengan penambahan alutsista baru. Salah satunya adalah BMP-3F yang merupakan tank terbaru marinir TNI AL. "Kendaraan tempur ini juga sudah dilengkapi hidrolis otomatis serta semua peralatannya terkomputerisasi," ujar Sarjito.

Tank BMP 3F memiliki bobot kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 2,5 meter, kapasitas awak tiga orang serta tujuh personel pasukan bersenjata lengkap. Saat ini, Menkav-1 secara keseluruhan memiliki 206 tank. Seluruh kendaraan tempur dan persenjataan ini siap digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan latihan.


Sumber : Tempo

TNI AD Lanjutkan Modernisasi Alutsista

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan TNI Angkatan Darat akan terus melanjutkan modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) guna mewujudkan TNI AD yang profesional. Karena itu, Satuan TNI Angkatan Darat akan dilengkapi dengan Alutsista yang modern dan tercanggih di kelasnya, seperti MBT Leopard, Marder, Meriam 155 Caesar, MLRS Astros II, Rudal Mistral, Helikopter Black Hawk serta persenjataan lainnya.

Demikian amanat tertulis KSAD yang dibacakan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Budiman saat menjadi Inspektur Upacara Hari Juang Kartika Ke-67, Sabtu (15/12) di Lapangan Upacara Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta. Hari Juang Kartika diperingati sejak 15 Desember 1945 hingga saat ini, 15 Desember 2012.

Menurut Pramono Edhie, sejalan dengan dinamika perubahan situasi pada lingkup nasional, regional, maupun global serta tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, tugas Angkatan Darat ke depan akan semakin berat dan kompleks. Tantangan tugas ini menuntut kesiapan operasional satuan, profesionalitas dan soliditas satuan yang tinggi serta dukungan seluruh komponen bangsa.

Seluruh prajurit TNI Angkatan Darat harus menjadi prajurit yang terlatih, tangguh dan handal. Karenanya, KSAD meminta para komandan satuan untuk menyelenggarakan latihan di satuannya dengan profesional dan terukur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan yang kita pedomani.

Dia mengingatkan untuk mewujudkan profesionalisme keprajuritan tidak cukup hanya dilakukan dengan modernisasi Alutsista, tetapi yang lebih penting adalah menyiapkan sumber daya prajuritnya. Karena secanggih dan semodern apapun Alutsista yang kita miliki, tanpa didukung profesionalitas dan semangat juang, maka tidak akan memberikan hasil yang optimal.

“Selain itu, profesionalisme keprajuritan yang kita bangun, bukan untuk menciptakan prajurit seperti robot, melainkan profesionalisme yang berbasis kepada jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional,” katanya melalui siaran pers Kasubdis Penum Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad), Kolonel Inf Zaenal M.

Usai upacara, Wakasad menyerahkan piala dan plakat kepada para pemenang lomba kebersihan antar satuan di lingkungan Mabesad. Juara I diraih oleh Staf Pengamanan, Juara II oleh Staf Personel dan Juara III diraih oleh Staf Perencanaan dan Anggaran. 


Sumber : Jurnas

Kemhan Miliki Rp150 Triliun Untuk Persenjataan

Meriam Caesar Kaliber 155mm, Salah Satu yang Akan Dibeli TNI AD
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memiliki dana senilai Rp150 triliun untuk belanja dalam lima tahun mendatang yang akan dialokasi untuk tiga pos penting, terutama terkait dengan peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista).
"Yang harus dipahami, anggaran dalam pembelian alutsista itu multi years dengan melalui proses yang panjang dan bertahap," ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Senin.

Usai membuka Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, ia mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk tiga hal, antara lain Rp50 triliun dana on top untuk percepatan minimum essential force (MEF), Rp55 triliun untuk alutsista, dan Rp45 triliun untuk pemeliharaan dan perawatan.

"Sebagian dana itu akan digunakan berbelanja pada tahun 2012 ini," kata Purnomo.
Pengadaan alat utama sistem senjata pada 2012, antara lain untuk TNI Angkatan Darat akan membeli main battle tank, senjata anti-altileri berupa roket, multiple launcher rocket system, dan meriam armed dengan fokus meriam kaliber 155 mm.

TNI AD juga berencana membeli senjata artileri pertahanan udara yang difokuskan pada peluru kendali, dan helikopter yang difokuskan pada helikopter serbu dan serang, serta panser yang akan dibuat oleh PT Pindad.

Adapun TNI Angkatan Udara akan membeli senjata anti-pesawat udara, pesawat tempur F16, helikopter Cougar 735 sejenis Super Puma, dan Hercules sebanyak empat unit dari Australia.
Sementara itu, TNI Angkatan Laut memerlukan sea rider, kapal patroli cepat, kapal perusak, hidro oceanic, serta kapal latih untuk pengganti KRI Dewaruci. Selain itu, ada juga kapal-kapal administrasi, seperti kapal angkutan tank dan minyak, serta kapal selam.


Sumber: Antara

44 Leopard bermaskas di Kodam V Brawijaya Surabaya






Jakarta - Guna melaksanakan fungsi pengawasan dan mengisi kegiatan reses yang dimulai pekan ini, Komisi I DPR menyusun sejumlah agenda kegiatan kunjungan kerja ke sejumlah daerah.


Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengungkapkan, selama tiga hari sejak Ahad (16/12/12), sejumlah anggota Komisi I melakukan kunjungan kerja ke Lampung. Tujuannya antara lain ke Korem Garuda Hitam dan markas Brigade Marinir di Pelabuhan Panjang. Selain itu, berdialog dengan jajaran Kementerian Komunikasi dan Informasi.


"Kita perlu tahu fungsi dan peran TNI di sana dari segi kesiapan personil, logistik, hingga persenjataan. Ini untuk memastikan fungsi keamanan negara dan dukungan mereka terhadap fungsi Polri," kata Mahfudz Siddiq kepada Jurnalparlemen.com.

Agenda lainnya, Komisi I DPR berencana mengunjungi Nusa Tenggara Barat. Berbeda dengan kunjungan ke Lampung, di wilayah Indonesia bagian timur itu Komisi I akan fokus membahas konflik sosial dan konflik antarkelompok yang berpotensi mengganggu keamanan nasional. 
"Kunjungan ke NTB kita buat simpel karena bersamaan dengan Presiden SBY ada di sana pada tanggal 17-19 Desember. Kita lakukan dialog dengan pemangku kepentingan, mulai dari Pemda, TNI, kepolisian, hingga intelijen. Kita bicarakan seringnya frekuensi konflik di daerah, apa yang harus dilakukan agar situasi tidak jadi ancaman yang lebih besar," terangnya.
Menurut Mahfudz, kunjungan ini berkelindan dengan kegiatan sejenis di masa reses sebelumnya. Ketika itu sejumlah anggota Komisi I melakukan Kunker Spesifik ke Surabaya, Jawa Timur. Mereka melihat kesiapan Kodam V Brawijaya untuk menjadi markas penempatan tank Leopard yang dibeli TNI dari Jerman.
"Di sana kita juga membahas persoalan tanah, perumahan, dan bisnis TNI di lingkungan Kodam Brawijaya. Kita juga melihat kesiapan Divisi II Kostrad yang akan mengurus 44 unit Leopard pembelian tahun 2013," ungkapnya.

Sumber: Jurnal Parlemen

Update Terbaru: Daftar Alutsista yang Akan Dibeli TNI Hingga Tahun 2014

Wamenhan dan KSAD saat melakukan kunjungan ke Jerman untuk melihat dan mencoba langsung kehebataan Leopard 2, dan menjadikan Jerman sebagai opsi kedua jika belanda menolak penjualan Leopard 2 ke Indonesia. (Foto: Dok. Kemenhan RI)

Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan dalam hal ini selaku Ketua High Level Comitte (HLC), Sjafrie Sjamsoeddin, bersama anggota Komisi I DPR RI, Senin (26/3) di Ged. DPR, Jakarta membahas rencana Modernisasi Alutsista dalam rangka kebutuhan TNI 2014 dengan menggunakan Alokasi Pinjaman Pemerintah (APP) atau Pinjaman Luar Negeri (PLN).
Ketua HLC pada kesempatan Raker tersebut mengatakan hingga tahun 2014 didalam proyeksi Minimum Esential Force khususnya modernisasi untuk Alutsista bergerak, Kemhan dan TNI ingin melengkapi postur kekuatan pertahanan di setiap Angkatan.

Shoping List Kebututuhan TNI Hingga Tahun 2014 
Sehubungan dengan hal tersebut, Kemhan juga memiliki rencana kebutuhan belanja alutsista (Shoping List) bergerak prioritas hingga tahun 2014 akan mempergunakan pinjaman pemerintah dari luar negeri.
Rantis Buatan Pindad "Komodo" (Foto: Audrey)
Mabes TNI
Lebih lanjut Wamenhan menjelaskan, untuk Mabes TNI hingga 2014 memerlukan kendaraan taktis dan kendaraan angkut amunisi 5 ton dengan jumlah besar yang menurut jumlah pagu mencapai 110 juta Dolar.
Selain membeli MBT Leopard 2a6, TNI AD Kemungkinan akan membeli Heli serang APACHE bekas Belanda berjumlah 24 Unit.

TNI AD
Sementara untuk Angkatan Darat, terdapat empat prioritas yang ingin dicapai, diantaranya Helikopter serang dan serbu termasuk persenjataan sebanyak 24 Unit, kendaraan tempur Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2A6 sebanyak 44 Unit, ME Armed 155 Howitzer, Rudal MLRS dan Rudal Arhanud.
Multirole Light Frigate (MLRF) Ex Brunai Nakhoda Ragam kelas, Indonesia hampir dipastikan membeli kapal ini, para teknisi TNI AL sekarang lagi mengecek kemampuan MLRF ini. (Foto: Audrey)

TNI AL
Sedangkan untuk proyeksi kebutuhan modernisasi Alutsista untuk Angkatan Laut, Kapal Pemukul dengan jenis Klas Korvet, Kapal Pendukung, pesawat Udara jenis CN-235 MPA dan Helikopter AKS, Tank Amfibi BMP-3F serta Panser Ambfibi BTR 80 A. untuk penawaran baru yakni 3 kapal Selam dan 2 Unit PKR namun bisa dikirim setelah tahun 2014 dan 3 unit Fregat (MRLF) namun juga masih dalam proses pengusulan anggaran.
EC-725 TNI AU Ingin membeli 6 Unit.
TNI AU
Untuk Angkatan Udara, Shoping list ini tertuju kepada pengadaan SU-30 MK2 dan dukungannya, pengadaan pesawat angkut CN-295 sebagai pengganti pesawat F-27. Ditambah lagi pengadaan Helikopter Full Combat SAR Mission, pengadaan pesawat latih sebagai pengganti AS-202 & T-34C. Totalitas pagu yang di butuhkan untuk bisa memenuhi kebutuhan khusus untuk alutsista bergerak pioritas mencapai 3,741 juta Dollar.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, pada akhir raker itu mengatakan, Komisi I DPR RI mendukung daftar pengadaan  Alutsista TNI TA. 2010-2014 yang sumber pembiayaannya di alokasikan dari Alokasi Pinjaman Pemerintah (APP) Kemhan/TNI TA. 2010-2014.

Namun demikian Komisi I DPR RI memberikan beberapa saran, antara lain agar dapat mengupayakan dilakukannya amandemen terhadap daftar State Loan Agreement Tahun 2007 antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Federasi Rusia, sehingga pengadaan 6 unit Sukhoi SU-30 MK2 dapat menggunakan skema pembiayaan State Credit.

Memperhitungkan dengan cermat kondisi dan spesifikasi, dislokasi serta  proyeksi biaya pemeliharaan dan perawatan dalam pengadaan MBT Leopard 2A6. Memperhatikan dengan serius dampak penggunaan pesawat intai tanpa awak (UAV) terhadap kerahasiaan pertahanan dan keamanan RI. Memastikan kelayakan pembelian 3 unit kapal perang kelas Fregat (MRLF) oleh TNI AL.

Dikatakan Mahfudz Siddiq, Komisi I DPR RI mendesak Kemhan/TNI untuk terus melakukan pembenahan terhadap sistem adminstrasi dalam pengadaan Alutsista TNI. Menurut dirinya Komisi I DPR RI akan menyelesaikan pembahasan terkait permohonan pencabutan dana bertanda bintang untuk pengadaan barang/jasa melalui PHLN/KE, sebelum penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2011 – 2012.

Forum Raker pembahasan tentang rencana modernisasi alutsista ini juga dihadiri oleh Para Kepala Staf Angkatan, Sekjen Kemhan dan sejumlah pejabat di jajaran Kemhan dan TNI.

Sumber : DMC